Tech News

AI Bisa Tebak Waktu Kematian? Santai Aja, Jangan Panik

SuperTechMyID – Halo, teman-teman pembaca setia yang selalu penasaran! Pernah gak kepikiran, kalau sekarang AI bisa ‘tebak-tebak’ kapan kita bakal ‘cabut nyawa’? Bener banget nih, ada penelitian keren dari para peneliti hebat di Technical University of Denmark (DTU), Northeastern University, University of Copenhagen, dan IT University of Copenhagen yang lagi asyik bikin AI jadi seperti juru ramal waktu kematian kita.

Namanya life2vec, bukan robot superhero yang lagi ngetren atau karakter dalam komik, tapi model AI yang bisa aja bikin kita berkata, “Halah, beneran nih?” Mereka tidak main-main, pakai data kesehatan bukan kuis kepribadian ala Facebook. Yuk, simak gimana AI ini bisa jadi seperti dukun penentu ajal kita.

Life2vec: Model AI Terbaru Berbasis Data Kesehatan untuk Prediksi Kematian.

Pertama-tama, mari kita kenalan sama life2vec. Ini adalah model AI canggih yang dirombak oleh tim peneliti kreatif ini. Berbeda dengan ChatGPT yang lebih suka ngobrol receh, life2vec ini lebih fokus ke data kesehatan. Jadi, dia gak hanya bisa ngajak ngobrol, tapi juga bisa memprediksi ‘tiket pulang’ kita. Model AI ini diajari dari pola-pola data yang dikumpulkan dari sekelompok manusia di Denmark sejak tahun 2008 sampai 2020.

Baca juga:  Google Gemini AI & Chatbot Bard: Dijamin Pinter dan Kocak!

Cara Unik: Pengkodean Digital Setiap Detail Kehidupan ke Dalam Model AI

Gimana caranya? Mereka melempar informasi seputar kehidupan orang-orang itu ke dalam model AI ini dengan sangat detil. Misalnya, “Pada bulan September 2012, Francisco menerima 20.000 kroner Denmark sebagai penjaga di sebuah kastil di Elsinore,” atau “Selama tahun ketiga di sekolah menengah atas, Hermione mengikuti lima kelas pilihan.” Nah, setiap informasi ini diberikan kode digital, seperti ketika kita dikasih kode diskon di minimarket. Kode-kode ini mencakup segala aspek kehidupan, mulai dari kerjaan, pendapatan, sampai urusan kesehatan.

Hasil Memukau: Life2vec Mampu Hampir Sempurna Menebak ‘Tanggal Main Kerangka

Terus, apa hasilnya dari ‘kesaktian’ model AI ini? Ternyata, dengan menggunakan segala detail tentang kehidupan seseorang, seperti tempat tinggal, pekerjaan, dan riwayat kesehatan, life2vec bisa menebak dengan sangat akurat siapa saja yang bakal ‘menggantung sepatu’ di tahun 2020. Serem, tapi seru, kan?

Faktor Penentu: Jenis Kelamin, Kesehatan Mental, dan Pekerjaan Mempengaruhi Prediksi Kematian

Menurut penelitian ini, ada beberapa faktor yang dihubungkan dengan resiko kematian yang lebih tinggi. Misalnya, kalau kita punya jenis kelamin laki-laki, masalah kesehatan mental, atau kita bekerja di bidang yang membutuhkan keahlian khusus. Sebaliknya, kalau kita punya posisi kepemimpinan atau pendapatan lebih tinggi, kayaknya bisa lebih lama ‘main di dunia’.

Jangan Panik! Peneliti Tidak Memberikan Hasil Prediksi Langsung ke Individu

Tapi, tenang aja, jangan buru-buru panik. Meskipun AI ini hebat dan bisa memprediksi dengan akurat, para peneliti ini nggak sembarang memberikan hasil prediksi langsung ke orang-orang yang jadi objek penelitian mereka. Menurut mereka, itu nggak etis dan bertanggung jawab. Jadi, buat teman-teman di Denmark sana, informasi ini gak bakal mereka beritahu ke kalian langsung, oke?

Baca juga:  2024, Era Digital ID: Tanpa Ribet Bawa KTP dan Fotokopi

Hal yang menarik dari penelitian ini adalah cara unik penelitiannya. Mereka mengubah setiap detail kehidupan kita jadi seperti ‘rahasia besar’ dengan kode digital. Bekerja di toko tembakau dikasih kode IND4726, “perdarahan postpartum” diberi kode O72, patah tulang lengan pun punya kode S52, dan urusan pendapatan direpresentasikan oleh 100 token digital yang berbeda.

Santai dan Nikmati Hidup: AI Mungkin Canggih, tapi Misteri ‘Tanggal Kadaluarsa’ Tetap Tak Terpecahkan

Walaupun penelitian ini mengundang rasa penasaran, life2vec belum bisa dipakai oleh masyarakat umum atau perusahaan. Mungkin suatu hari nanti, kita bakal melihat model AI ini makin dikenal, tapi sepertinya nggak akan digunakan untuk memberitahu kita secara spesifik tentang ‘tanggal kadaluarsa’ kita. Sune Lehmann, sang peneliti utama, bilang kalau tujuan utama dari life2vec ini adalah untuk memahami segala sesuatu yang bisa dan nggak bisa diprediksi.

Jadi, teman-teman, meskipun teknologi AI sekarang makin canggih, kita tetap harus santai dan menikmati hidup. Nggak usah panik mikirin kapan kita bakal ‘off‘, toh itu kan misteri besar yang nggak bisa dipecahkan dengan sekadar angka-angka dari model AI. Yuk, kita nikmati setiap momen dan terus semangat jalani hidup!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button